Sabtu, 28 Februari 2015

Social Story Pergi Ke Dokter Gigi Anak Autism

Buat mommies and daddies yg memiliki anak berkebutuhan khusus atau special needs children, seperti : Autism, Down Syndrom, ADHD, maupun anak2 yg memiliki kesulitan berkomunikasi, pastinya sempat merasa kuatir ketika ingin membawa mereka ke suatu tempat yg baru, kegiatan baru dsbnya, salah satunya adalah : pertama kali ke dokter gigi! 

Kita saja sebagai orang dewasa kadang merasa takut ke dokter gigi, apalagi si kecil yg memiliki kebutuhan khusus? 
Apa yg dapat kita lakukan untuk mempersiapkan anak agar tidak kaget dengan situasi dan aktivitas baru tersebut? 

Pernah dengar Social Story ? 
Social story pertama kali diperkenalkan oleh Gray dan Garand tahun 1991. 
Social story adalah :  
"Penggambaran singkat baik secara visual maupun tulisan mengenai situasi, aktivitas, event yang akan dihadapi anak dan mengapa"
Contoh social story
Courtesy of livingwellwithautism.com
Anak berkebutuhan khusus, seperti Autism memiliki kesulitan komunikasi dan bahasa, sehingga agak sulit untuk mengerti suatu penjelasan jika hanya melalui verbal. Mereka membutuhkan media lainnya untuk membantunya mengerti, misalnya : gambar, foto, bahasa isyarat, dsbnya. 
Karena kami, Kidz Dental Care and Orthodontic Clinic sangat concern terhadap kesehatan gigi semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, maka team dokter gigi anak kami : drg. Olivia Bratanata,SpKGA dan drg.Melissa Antonia,SpKGA berusaha menyusun social story khusus untuk kegiatan "Pergi ke Dokter Gigi"
Salah satu halaman social story "Pergi ke Dokter Gigi"
yg disusun oleh team Kidz Dental
Buku Social Story ini, terdiri dari : foto-foto, penjelasan secara tulisan dan gambar bahasa isyarat sebagai penunjang.  
Foto-foto menggambarkan situasi yg akan dihadapi anak di klinik gigi, alat-alat apa yg akan ditemui, dan apa yg akan dilakukan dokter gigi dll. Keterangan tulisan menjelaskan kejadian yg ada dalam foto. Selain itu kami tambahkan juga bahasa isyarat kombinasi metode Makaton dan PECS.

Apa yg harus dilakukan kita sebagai orang tua dengan Social Story ini ? 
Setelah kita menetapkan waktu kunjungan ke dokter gigi, luangkan waktu setiap hari untuk menjelaskan dan menceritakan "Pergi ke Dokter Gigi" dengan buku Social Story ini 
Metode ini dilaporkan cukup efektif untuk membantu anak mengerti dan menghadapi situasi baru yg akan ditemuinya. 

Bagi orang tua, guru, dokter gigi maupun pemerhati anak Autism yg tertarik ingin mendapatkan buku ini, silakan mengirimkan email ke : melissa.dentist@gmail.com atau thereob@yahoo.com kami akan mengirimkan file buku tsb kepada anda. 

Selamat mencoba... semoga buku ini dapat berkontribusi meningkatkan kesehatan gigi anak Indonesia, khususnya anak Autism. 

Kamis, 26 Februari 2015

SLB Sarana Terpadu goes to Kidz Dental Siloam Simatupang

Hallo Moms and Dads....

Kamis 12 Februari 2015 yg lalu SLB Sarana Terpadu mengunjungi Kidz Dental at Siloam Simatupang. Pada acara ini 18 siswa Autism bersama orangtuanya mengunjungi kami dan diterima oleh dokter-dokter gigi spesialis anak dari Kidz Dental : drg. Olivia Bratanata,SpKGA, drg. Nandi, SpKGA, dan drg. Asti, SpKGA. 

Pada acara ini anak-anak mengunjungi ruangan periksa gigi, dan belajar cara menyikat gigi yg benar. 

Sedangkan orang tua dan guru mendapatkan edukasi menjaga kesehatan gigi dan mulut anak berkebutuhan khusus dari drg. Olivia, SpKGA 

drg. Olivia, SpKGA menerangkan kegunaan buku Social Story
kepada orang tua dan guru SLB Sarana Terpadu




Meskipun Kidz Dental at Siloam Simatupang belum beroperasi secara resmi, namun baik pihak sekolah, orang tua dan dokter gigi sangat antusias dengan kunjungan ini. Semoga awal kerja sama yg baik ini bisa terus berlanjut sampai Kidz Dental at Siloam Simatupang resmi dibuka yaa... 

Sampai jumpa di event-event kami selanjutnya... :D 

Jumat, 16 Januari 2015

Shafeea Ahmad pergi ke dokter gigi

Hallo ayah bunda... 

Pasti sudah gak asing lagi ya dengan Shafeea Ahmad, artis cilik unyu menggemaskan, putri Ahmad Dhani & Mulan Jamilah... 

Senang sekali Kidz Dental Care & Orthodontic Clinic kedatangan tamu istimewa, Shafeea Ahmad dan crew "Shafiyah anak Jamilah" An TV... 
Kira-kira gimana yah tingkah Shafeea di dokter gigi? 
Saksikan di acara : 
"Shafiyah anak Jamilah" 
Minggu, 18 Januari 2015 jam 14.45 
AN TV 

Buat Mommies & Daddies yg kemarin gak sempat nonton, jangan kuatir masih bisa nonton rekamannya disini : 


drg. Elfrida, SpKGA menunjukkan Shafeea cara menyikat 
gigi  yang benar 

Shafeea ditemani tante suster diperiksa giginya 
oleh drg. Elfrida,SpKGA


Shafeea jadi dokter gigi cilik & memeriksa gigi tante suster 


Shafeea berani lho ke dokter gigi, adik-adik juga harus
berani seperti Shafeea yaa...

Shafeea with drg. Elfrida,SpKGA 

With crew KDCOC and crew Shafiyah anak Jamilah, AN TV

Shafeea pretend to be a dentist with drg.Elfrida,SpKGA 


Kamis, 04 September 2014

Modern Moms goes to Kidz Dental Care & Orthodontic Clinic

Halo Moms and Dads...

Senang sekali hari ini klinik kami, Kidz Dental Care & Orthodontic Clinic kedatangan Astrid Tiar  bersama crew Modern Moms Trans 7
Acara yg tayang setiap hari Minggu Jam 08.30 ini akan membahas seputar tips-tips untuk anak dan ibu-ibu modern. 
Shooting hari ini drg. Febrina Tri Wardhani, SpKGA selain memeriksa Anabelle, putri Astrid Tiar,  juga memberikan tips-tips seputar kesehatan gigi dan anak... 

Episode ini tayang hari Minggu, 7 September 2014Yuk nonton rekamannya di link berikut ini : Astrid Tiar ke dokter gigi anak  


Anabelle dan Astrid Tiar daftar dulu yuk sebelum diperiksa giginya


Waahh keren banget TVnya ada di atas! Kata Anabelle... 


Horeee Anabelle pintar lho mau diperiksa giginya :D
Karena Anabelle sudah mau diperiksa giginya, dapat
hadiah balon Hello Kity :))


Astrid Tiar sedang mewawancarai drg. Febrina, SpKGA
seputar kesehatan gigi anak
Satu hal yg  gak boleh lupa : FOTO Bersama !!
Thanks for coming Astrid Tiar & Crew Modern Moms :))

Senin, 14 Juli 2014

Perawatan Gigi Anak dengan Bius Umum

Hallo ayah dan bunda...

Pernah mengalami kesulitan karena anak takut ke dokter gigi padahal ia sakit gigi & harus segera dilakukan tindakan? Berbagai cara sudah ayah & bunda lakukan dari mulai membujuk, menceritakan apa yg akan dilakukan dokter gigi, sampai menjanjikan berbagai hadiah untuk sang anak bila mau ke dokter gigi. Kadang ada yg berhasil, namun banyak juga yg tidak. Jangan sedih, ketidakberhasilan tersebut bukan berarti kegagalan kita sebagai orang tua, tetapi bisa jadi karena keadaan anak sendiri yg tidak memungkinkan untuk kooperatif dirawat di dokter gigi

Keadaan apa saja yg membuat anak tidak mampu kooperatif untuk ke dokter gigi ? 
1. Anak yg masih sangat muda. Anak batita (kurang dari 3 tahun) perkembangan bahasanya masih sangat terbatas, sehingga kadang sulit mengerti apa yg dijelaskan orang dewasa. Mereka akan menangis setiap kali merasa dirinya terancam, tidak nyaman dan takut. Hal ini cukup sering kami jumpai pada pasien-pasien kami, orang tua pun kadang menjadi kuatir dan tidak tega sehingga akhirnya perawatan gigi terhenti dan tidak tuntas.   

2. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) / Special Needs Children. ABK adalah anak yg tidak mampu bermain, belajar, dan bekerja sesuai dengan tumbuh kembang anak-anak seusianya. Misalnya : anak autism, Sindroma Down, Cerebral Palsy, dll. Keterbatasan fisik, mental, motorik, dan psikologis inilah yg membuat ABK tidak mampu kooperatif dirawat giginya di dokter gigi. Lebih lengkapnya sila baca Semua tentang Anak Berkebutuhan Khusus

3. Anak yg pernah trauma sebelumnya ke Dokter Gigi. Anak yg pernah mengalami pengalaman tidak menyenangkan di dokter gigi, tentunya tidak mudah untuk mempercayai dokter gigi selanjutnya. Dengan kesabaran dan pendekatan khusus oleh dokter gigi spesialis gigi anak (drg SpKGA), seringkali berhasil & anak mau dirawat giginya. Tapi ada juga anak-anak yg tetap tidak mau meskipun sudah dibujuk sedemikian rupa, padahal penyakit gigi & mulutnya harus dilakukan perawatan segera. 

4. Anak dalam keadaan sakit gigi parah/banyak sekali gigi yg rusak, tapi tidak dapat menuntaskan seluruh perawatan karena keterbatasan waktu, lokasi rumah & klinik jauh dsbnya. Banyak orang tua yg belum mengerti bahwa gigi susu anak juga harus dirawat, sehingga tidak dibiasakan membersihkan gigi sejak dini. Tiba-tiba baru diketahui banyak gigi-gigi yg rusak, anak sudah terlanjur merasa sakit & tidak nyaman. Anak dalam keadaan sakit akan sangat sulit untuk kooperatif. Hal ini semakin sulit jika karena keterbatasan waktu anak tidak dapat datang teratur ke klinik gigi untuk menuntaskan semua perawatannya. Terlebih jika jarak antara rumah & klinik gigi cukup jauh, atau bahkan di kota yg berlainan. 
courtesy of http://www.chp.edu
Buat orang tua yg memiliki masalah dengan salah satu kategori diatas, kini bisa sedikit lega. Kini kami bekerja sama dengan Siloam Hospital Kebon Jeruk menawarkan solusi untuk masalah diatas, yaitu dengan Perawatan Gigi anak dengan Bius Umum. Apa, bagaimana dan amankah perawatan gigi dengan bius umum ini dilakukan? Yuk kita bahas.... 

Apakah perawatan gigi anak dengan bius umum ?
Perawatan gigi yg dilakukan sebenarnya sama dengan perawatan gigi yg dilakukan di klinik gigi biasa, seperti misalnya : penambalan, perawatan saluran akar, dll. Yang membedakannya hanyalah dengan bius umum anak tertidur, dan dilakukan di ruang operasi. 
Untuk anak-anak yg tidak mampu kooperatif seperti 4 kategori diatas, sedangkan banyak kelainan/kerusakan gigi yg mengganggu kesehatan dan harus segera dirawat, maka perawatan gigi dengan bius umum adalah solusi yang tepat.

Apakah prosedur ini sudah lazim dilakukan?
Di Indonesia mungkin prosedur ini belum terlalu banyak dilakukan, namun di negara-negara maju seperti : Singapura, Australia, Amerika, Jerman dll prosedur ini sudah sangat lazim dilakukan pada anak-anak. 
Definisi menurut AAPD (American Academy of Pediatric Dentistry) : 
"Perawatan gigi dengan bius umum adalah prosedur medis dengan membuat pasien tertidur, sehingga segala tindakan diganostik maupun reparatif dapat dilakukan dengan aman dan optimal. Tindakan gigi dengan bius umum adalah cara efektif untuk melakukan tindakan medis yg diperlukan untuk anak-anak yg secara kognitif masih belum matang, sangat cemas, takut, berkebutuhan khusus atau memiliki kompromis medis dan tidak mampu dilakukan perawatan di klinik gigi biasa."
courtesy of
healthyteethpediatricdentistry.com
Apa bedanya dengan perawatan gigi dengan gas Nitrous Oxide/ gas tertawa (laughing gas)?
Mungkin anda pernah mendengar perawatan gigi dengan gas tertawa (laughing gas) yaitu gas N20 yang dimana anak menghirup gas sehingga rileks & dilakukan di klinik gigi biasa.

Prosedur ini juga cukup sering dilakukan berbagai negara maju, namun sayangnya regulasi penggunaan gas ini masih simpang siur di Indonesia, selain itu indikasinya pun sangat terbatas. HANYA anak-anak yg sudah dapat berkomunikasi dengan baik , namun takut & cemas yg dapat dilakukan dengan tindakan ini. Anak batita, berkebutuhan khusus yg tidak dapat berkomunikasi dengan baik, TIDAK dapat dilakukan dengan prosedur ini. 

Apa keuntungan prosedur perawatan gigi dengan bius umum? 
Pertama tentunya untuk anak yg tidak dapat kooperatif , dimana prosedur tindakan gigi di klinik gigi biasa sangat sulit/ hampir tidak mungkin dilakukan, prosedur ini adalah solusi yg sangat tepat.  
Selain itu dapat menghemat waktu, terutama pada anak dimana gigi-gigi yg harus dirawat sangat banyak, misalnya pada rampan karies, dimana hampir semua gigi yg ada terkena karies. Jika dengan prosedur di klinik gigi biasa dalam satu kali kunjungan hanya dapat merawat 1-2 gigi (tergantung dari kooperatif-an anak dan rumit tidaknya prosedur yg harus dilakukan), bayangkan berapa kali harus bolak balik ke klinik gigi bila sang anak memiliki lebih dari 10 gigi  yg harus dirawat. 
Dengan bius umum semua gigi dapat dilakukan perawatan sekaligus, sehingga anak & orang tua tidak perlu bolak balik ke dokter gigi. 

Siapa yang akan melakukan prosedur tersebut?
Perawatan gigi dengan bius umum akan dilakukan oleh tim dokter anestesi, dokter gigi spesialis gigi anak (SpKGA) & dokter gigi spesialis lainnya bila dibutuhkan (tergantung kasus). Dokter anestesi bertanggung jawab dalam pemberian obat bius umum, memonitoring anak sebelum, selama dan sesudah prosedur bius umum dilakukan. Setelah anak teranestesi, dokter gigi SpKGA akan melakukan perawatan gigi yg dibutuhkan. 

Apakah resiko dari perawatan gigi dengan bius umum?
Obat anestesi modern yg saat ini digunakan sudah sangat aman dan jarang menimbulkan komplikasi. Dokter anestesi yg melakukan juga dokter yg sudah berpengalaman dan terlatih untuk menghadapi segala komplikasi. 
Resiko dalam setiap tindakan medis tentulah tetap ada, namun jika anak dalam keadaan sehat, dan tindakan gigi juga termasuk TIDAK rumit dan TIDAK mengancam nyawa (dibandingkan dengan tindakan medis lainnya, seperti operasi jantung, otak dll) maka AAPD menyatakan perawatan gigi dengan bius umum memiliki resiko yg sangat kecil, yaitu  1 : 400.000. 
Selain itu sebelum prosedur ini dilakukan tim dokter gigi, dokter anak dan dokter anestesi akan memeriksa kondisi anak secara keseluruhan dan memastikan prosedur bius umum dapat dilakukan dengan aman. 

Nah, demikian sedikit informasi tentang Perawatan Gigi Anak dengan Bius Umum. Bila ayah & bunda tertarik mengetahui lebih lanjut tentang prosedur ini, dapat langsung berkonsultasi dengan tim dokter gigi anak kami di : 



Bila ayah & bunda tinggal di luar Jakarta dan sulit untuk langsung datang berkonsultasi, sementara dapat berkonsultasi via email di : kidzdental.siloam@gmail.com