Kamis, 04 September 2014

Modern Moms goes to Kidz Dental Care & Orthodontic Clinic

Halo Moms and Dads...

Senang sekali hari ini klinik kami, Kidz Dental Care & Orthodontic Clinic kedatangan Astrid Tiar  bersama crew Modern Moms Trans 7
Acara yg tayang setiap hari Minggu Jam 08.30 ini akan membahas seputar tips-tips untuk anak dan ibu-ibu modern. 
Shooting hari ini drg. Febrina Tri Wardhani, SpKGA selain memeriksa Anabelle, putri Astrid Tiar,  juga memberikan tips-tips seputar kesehatan gigi dan anak... 
Episode ini tayang hari Minggu, 7 September 2014Yuk nonton rekamannya di link berikut ini : https://www.youtube.com/watch?v=LlsBG3ngALQ ....

Anabelle dan Astrid Tiar daftar dulu yuk sebelum diperiksa giginya


Waahh keren banget TVnya ada di atas! Kata Anabelle... 


Horeee Anabelle pintar lho mau diperiksa giginya :D
Karena Anabelle sudah mau diperiksa giginya, dapat
hadiah balon Hello Kity :))


Astrid Tiar sedang mewawancarai drg. Febrina, SpKGA
seputar kesehatan gigi anak
Satu hal yg  gak boleh lupa : FOTO Bersama !!
Thanks for coming Astrid Tiar & Crew Modern Moms :))

Senin, 14 Juli 2014

Perawatan Gigi Anak dengan Bius Umum

Hallo ayah dan bunda...

Pernah mengalami kesulitan karena anak takut ke dokter gigi padahal ia sakit gigi & harus segera dilakukan tindakan? Berbagai cara sudah ayah & bunda lakukan dari mulai membujuk, menceritakan apa yg akan dilakukan dokter gigi, sampai menjanjikan berbagai hadiah untuk sang anak bila mau ke dokter gigi. Kadang ada yg berhasil, namun banyak juga yg tidak. Jangan sedih, ketidakberhasilan tersebut bukan berarti kegagalan kita sebagai orang tua, tetapi bisa jadi karena keadaan anak sendiri yg tidak memungkinkan untuk kooperatif dirawat di dokter gigi

Keadaan apa saja yg membuat anak tidak mampu kooperatif untuk ke dokter gigi ? 
1. Anak yg masih sangat muda. Anak batita (kurang dari 3 tahun) perkembangan bahasanya masih sangat terbatas, sehingga kadang sulit mengerti apa yg dijelaskan orang dewasa. Mereka akan menangis setiap kali merasa dirinya terancam, tidak nyaman dan takut. Hal ini cukup sering kami jumpai pada pasien-pasien kami, orang tua pun kadang menjadi kuatir dan tidak tega sehingga akhirnya perawatan gigi terhenti dan tidak tuntas.   

2. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) / Special Needs Children. ABK adalah anak yg tidak mampu bermain, belajar, dan bekerja sesuai dengan tumbuh kembang anak-anak seusianya. Misalnya : anak autism, Sindroma Down, Cerebral Palsy, dll. Keterbatasan fisik, mental, motorik, dan psikologis inilah yg membuat ABK tidak mampu kooperatif dirawat giginya di dokter gigi. Lebih lengkapnya sila baca Semua tentang Anak Berkebutuhan Khusus

3. Anak yg pernah trauma sebelumnya ke Dokter Gigi. Anak yg pernah mengalami pengalaman tidak menyenangkan di dokter gigi, tentunya tidak mudah untuk mempercayai dokter gigi selanjutnya. Dengan kesabaran dan pendekatan khusus oleh dokter gigi spesialis gigi anak (drg SpKGA), seringkali berhasil & anak mau dirawat giginya. Tapi ada juga anak-anak yg tetap tidak mau meskipun sudah dibujuk sedemikian rupa, padahal penyakit gigi & mulutnya harus dilakukan perawatan segera. 

4. Anak dalam keadaan sakit gigi parah/banyak sekali gigi yg rusak, tapi tidak dapat menuntaskan seluruh perawatan karena keterbatasan waktu, lokasi rumah & klinik jauh dsbnya. Banyak orang tua yg belum mengerti bahwa gigi susu anak juga harus dirawat, sehingga tidak dibiasakan membersihkan gigi sejak dini. Tiba-tiba baru diketahui banyak gigi-gigi yg rusak, anak sudah terlanjur merasa sakit & tidak nyaman. Anak dalam keadaan sakit akan sangat sulit untuk kooperatif. Hal ini semakin sulit jika karena keterbatasan waktu anak tidak dapat datang teratur ke klinik gigi untuk menuntaskan semua perawatannya. Terlebih jika jarak antara rumah & klinik gigi cukup jauh, atau bahkan di kota yg berlainan. 
courtesy of http://www.chp.edu
Buat orang tua yg memiliki masalah dengan salah satu kategori diatas, kini bisa sedikit lega. Kini kami bekerja sama dengan Siloam Hospital Kebon Jeruk menawarkan solusi untuk masalah diatas, yaitu dengan Perawatan Gigi anak dengan Bius Umum. Apa, bagaimana dan amankah perawatan gigi dengan bius umum ini dilakukan? Yuk kita bahas.... 

Apakah perawatan gigi anak dengan bius umum ?
Perawatan gigi yg dilakukan sebenarnya sama dengan perawatan gigi yg dilakukan di klinik gigi biasa, seperti misalnya : penambalan, perawatan saluran akar, dll. Yang membedakannya hanyalah dengan bius umum anak tertidur, dan dilakukan di ruang operasi. 
Untuk anak-anak yg tidak mampu kooperatif seperti 4 kategori diatas, sedangkan banyak kelainan/kerusakan gigi yg mengganggu kesehatan dan harus segera dirawat, maka perawatan gigi dengan bius umum adalah solusi yang tepat.

Apakah prosedur ini sudah lazim dilakukan?
Di Indonesia mungkin prosedur ini belum terlalu banyak dilakukan, namun di negara-negara maju seperti : Singapura, Australia, Amerika, Jerman dll prosedur ini sudah sangat lazim dilakukan pada anak-anak. 
Definisi menurut AAPD (American Academy of Pediatric Dentistry) : 
"Perawatan gigi dengan bius umum adalah prosedur medis dengan membuat pasien tertidur, sehingga segala tindakan diganostik maupun reparatif dapat dilakukan dengan aman dan optimal. Tindakan gigi dengan bius umum adalah cara efektif untuk melakukan tindakan medis yg diperlukan untuk anak-anak yg secara kognitif masih belum matang, sangat cemas, takut, berkebutuhan khusus atau memiliki kompromis medis dan tidak mampu dilakukan perawatan di klinik gigi biasa."
courtesy of
healthyteethpediatricdentistry.com
Apa bedanya dengan perawatan gigi dengan gas Nitrous Oxide/ gas tertawa (laughing gas)?
Mungkin anda pernah mendengar perawatan gigi dengan gas tertawa (laughing gas) yaitu gas N20 yang dimana anak menghirup gas sehingga rileks & dilakukan di klinik gigi biasa.

Prosedur ini juga cukup sering dilakukan berbagai negara maju, namun sayangnya hal ini masih termasuk ilegal di Indonesia, selain itu indikasinya pun sangat terbatas. HANYA anak-anak yg sudah dapat berkomunikasi dengan baik , namun takut & cemas yg dapat dilakukan dengan tindakan ini. Anak batita, berkebutuhan khusus yg tidak dapat berkomunikasi dengan baik, TIDAK dapat dilakukan dengan prosedur ini. 

Apa keuntungan prosedur perawatan gigi dengan bius umum? 
Pertama tentunya untuk anak yg tidak dapat kooperatif , dimana prosedur tindakan gigi di klinik gigi biasa sangat sulit/ hampir tidak mungkin dilakukan, prosedur ini adalah solusi yg sangat tepat.  
Selain itu dapat menghemat waktu, terutama pada anak dimana gigi-gigi yg harus dirawat sangat banyak, misalnya pada rampan karies, dimana hampir semua gigi yg ada terkena karies. Jika dengan prosedur di klinik gigi biasa dalam satu kali kunjungan hanya dapat merawat 1-2 gigi (tergantung dari kooperatif-an anak dan rumit tidaknya prosedur yg harus dilakukan), bayangkan berapa kali harus bolak balik ke klinik gigi bila sang anak memiliki lebih dari 10 gigi  yg harus dirawat. 
Dengan bius umum semua gigi dapat dilakukan perawatan sekaligus, sehingga anak & orang tua tidak perlu bolak balik ke dokter gigi. 

Siapa yang akan melakukan prosedur tersebut?
Perawatan gigi dengan bius umum akan dilakukan oleh tim dokter anestesi, dokter gigi spesialis gigi anak (SpKGA) & dokter gigi spesialis lainnya bila dibutuhkan (tergantung kasus). Dokter anestesi bertanggung jawab dalam pemberian obat bius umum, memonitoring anak sebelum, selama dan sesudah prosedur bius umum dilakukan. Setelah anak teranestesi, dokter gigi SpKGA akan melakukan perawatan gigi yg dibutuhkan. 

Apakah resiko dari perawatan gigi dengan bius umum?
Obat anestesi modern yg saat ini digunakan sudah sangat aman dan jarang menimbulkan komplikasi. Dokter anestesi yg melakukan juga dokter yg sudah berpengalaman dan terlatih untuk menghadapi segala komplikasi. 
Resiko dalam setiap tindakan medis tentulah tetap ada, namun jika anak dalam keadaan sehat, dan tindakan gigi juga termasuk TIDAK rumit dan TIDAK mengancam nyawa (dibandingkan dengan tindakan medis lainnya, seperti operasi jantung, otak dll) maka AAPD menyatakan perawatan gigi dengan bius umum memiliki resiko yg sangat kecil, yaitu  1 : 400.000. 
Selain itu sebelum prosedur ini dilakukan tim dokter gigi, dokter anak dan dokter anestesi akan memeriksa kondisi anak secara keseluruhan dan memastikan prosedur bius umum dapat dilakukan dengan aman. 

Nah, demikian sedikit informasi tentang Perawatan Gigi Anak dengan Bius Umum. Bila ayah & bunda tertarik mengetahui lebih lanjut tentang prosedur ini, dapat langsung berkonsultasi dengan tim dokter gigi anak kami di : 



Bila ayah & bunda tinggal di luar Jakarta dan sulit untuk langsung datang berkonsultasi, sementara dapat berkonsultasi via email di : kidzdental.siloam@gmail.com 

Sabtu, 14 Desember 2013

Tips merawat gigi anak berkebutuhan khusus atau special needs children

Hallo Ayah & Bunda....
          Ayah & Bunda memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) atau special needs children? Perawatan kesehatan (terutama kesehatan gigi) ABK memang membutuhkan pengetahuan & perhatian lebih karena mereka memiliki resiko cukup tinggi terhadap penyakit gigi dan mulut yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup mereka. Oleh sebab itu berikut ini akan kami bagikan tips merawat gigi anak berkubutuhan khusus. Yuk disimak.... :)
           Sebetulnya apakah yg disebut anak berkebutuhan khusus/ special needs? 
Menurut American Academy of Pediatric Dentistry anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak dengan kelainan fisik / motorik, mental, perilaku, sensorik, kognitif, emosional, maupun keterbatasan kesehatan secara umum. 
Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh congenital (bawaan), penyakit, trauma, faktor lingkungan dsb. 

Contoh Anak Berkebutuhan Khusus adalah : 

  • autisme
  • ADHD (attention deficit hiperactivity disorder)
  • sindroma Down
  • cerebral palsy
  • keterbatasan panca indra (tuna netra, tuna rungu dsbnya)
  • bibir sumbing
  • penyakit bawaan seperti : kelainan jantung, kelainan darah, leukemia, kanker, HIV dsbnya.
Courtesy of Elizabeth Pilcher. 
http://www.down-syndrome.org/reviews/84/
Masalah gigi & mulut yang sering dijumpai pada ABK sebenarnya tidak berbeda dengan anak-anak pada umumnya, yaitu : gigi berlubang dan radang gusi
Namun dengan keterbatasan fisik, mental, maupun motorik yang ada menyebabkan lebih beresiko terkena penyakit gigi & mulut. 
Selain masalah gigi & mulut yang umum, terdapat juga masalah spesifik yang berhubungan dengan kelainan/ gangguan fisiknya, misalnya: anak dengan kelainan darah biasanya memiliki gusi yang mudah berdarah, anak dengan cerebral palsy sering kali memiliki masalah gigi berjejal, anak dengan kelainan jantung kongenital memerlukan profilaksis antibiotik sebelum perawatan gigi tertentu. 


Penanganan penyakit gigi & mulut pada ABK pun ekstra, dan relatif lebih kompleks dibandingkan dengan anak-anak pada umumnya. Mengetahui resiko & pengaruhnya terhadap kesehatan ABK penting bagi orang tua untuk mencegahnya dengan melakukan perawatan gigi dan mulut yang rutin di rumah (dental home care) sejak dini. Berikut beberapa tips untuk orang tua dalam merawat gigi ABK :


  1. Cek ke dokter gigi anak sejak anak berusia 1 tahun, atau segera setelah anak didiagnosa oleh dokter memiliki kelainan tertentu.  Pemeriksaan & konsultasi dini ini sangat penting untuk tindakan pencegahan, supaya orang tua mendapatkan informasi yang cukup mengenai cara-cara merawat gigi ABK, apa yang boleh dan tidak, diet yang benar. Kadang kondisi spesial anak menyebabkan anak harus mengkonsumsi obat tertentu yang dapat merusak kesehatan gigi& mulutnya, misalnya : obat-obatan dalam bentuk syrup yang manis. Orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter gigi anak, bagaimana agar obat tetap dapat dikonsumsi dengan tidak membahayakan kondisi gigi & mulutnya



2. Perawatan gigi di Rumah sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi anak.  Sebaiknya orang tua / pengasuh membantu anak menyikat dengan posisi orang tua dibelakang anak (Lihat gambar).  Bila anak mampu untuk menyikat gigi sendiri sikat gigi elektrik dapat digunakan untuk memudahkan penyikatan gigi. Untuk anak yang sulit memegang sikat gigi, dapat melapisi dengan karet elastic pada pegangan sikat gigi 

Posisi orang tua/ pengasuh ketika menyikatkan gigi anak 

Tarik bibir atas anak saat menyikatkan gigi depan atas,
agar semua bagiannya tersikat.
Perhatikan terutama bagian gigi yg berbatasan dengan gusi,
bagian ini paling sering & banyak berkumpul plak
3. Gunakan benang gigi untuk membantu membersihkan sisa makanan yang terselip

4. Konsultasikan dengan dokter gigi anak perlukah anak menggunakan obat kumur tertentu untuk mencegah radang gusi.

5. Batasi konsumsi makanan yag manis, lunak dan lengket, atau setelah selesai mengkonsumsi makanan tersebut segera berkumur dengan air putih atau menyikat gigi. 

Selain tips-tips diatas, tips mencegah gigi berlubang lainnya sudah pernah kami posting  dapat dibaca di artikel Tips mencegah gigi balita berlubang

Nah, bila ayah & bunda ingin membawa si kecil dengan kebutuhan khusus ke dokter gigi, berikut ini tips-tipsnya :

1. Pilih dokter gigi. Pilihlah drg yang sudah terbiasa menangani ABK. Dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak (SpKGA) adalah dokter gigi yang selama pendidikan spesialisnya secara khusus mempelajari penanganan perawatan gigi ABK. Drg SpKGA dapat anda temukan baik di Rumah Sakit maupun Klinik Gigi. Untuk ayah & bunda yg berada di Jakarta, kini kami bekerja sama dengan Siloam Hospital Kebon Jeruk sudah memiliki tim dokter anak, dokter gigi anak & dokter anestesi lengkap untuk melakukan perawatan gigi anak special needs, lebih tepatnya di : 




Kidz Dental in Poli Anak
Siloam Hospital Kebon Jeruk

Jl. Raya Perjuangan Kav 8
Kebon Jeruk
Jakarta 11530

021- 5300 888







2. Persiapan kunjungan ke drg. Yuk persiapkan si kecil sejak jauh hari sebelum kunjungan ke dokter gigi. Ceritakan dan tunjukkan gambar atau foto-foto klinik yang hendak dikunjungi akan sangat membantu anak sehingga familiar dan tidak asing dengan kondisi ruangan drg yang hendak dikunjungi.

3. Di klinik Gigi anak. Buat perjanjian terlebih dahulu sesuai dengan jadwal harian anak. Orang tua sebanyak mungkin memberitahukan informasi mengenai kondisi anak kepada pihak klinik/ dokter gigi, seperti : kondisi anak, keluhan, dsbya. Pada ABK ringan dan kasus gigi mudah, drg akan melakukan perawatan dengan manajemen non farmakologi, yaitu pendekatan secara psikologis tanpa bantuan obat-obatan. Sedangkan untuk kasus perawatan gigi yang cukup kompleks akan digunakan pendekatan farmakologi seperti sedasi ataupun perawatan gigi di bawah anestesi umum. 


Nah... demikian tips-tips merawat gigi anak berkebutuhan khusus (ABK) atau special needs. Tips diatas hanyalah tips secara umum yang mungkin tidak selalu bisa diterapkan kepada semua anak, karena masing-masing anak memiliki keunikkan tersendiri. Jika ayah & bunda punya pengalaman atau tips seputar perawatan gigi anak dengan kebutuhan khusus yuk share bersama kami disini, silakan mengisi kolom komentar di bawah ini...

Artikel ditulis oleh : drg. Sella , SpKGA dan drg.Melissa Antonia, SpKGA

Jumat, 01 November 2013

Mencegah Gigi Tetap Anak Berlubang dengan Pit & Fissure Sealants


Hallo Ayah & Bunda.... 

Gigi anak atau gigi susu yg sudah terlanjur berlubang tentunya sering membuat orang tua kuatir & bertanya-tanya "Bagaimana mencegah agar gigi tetap nantinya tetap bagus & tidak berlubang seperti gigi susunya ya?"
Nah... menjawab pertanyaan ini, berikut kami bagikan informasi cara mencegah gigi tetap anak supaya kuat & tidak berlubang...

Gigi yg paling rentan & paling sering terkena karies/ gigi berlubang adalah gigi geraham.
Hal ini disebabkan karena secara anatomis gigi geraham memiliki ceruk yg dalam sehingga sisa makanan mudah terjebak di dalamnya & tidak terjangkau oleh bulu sikat gigi.
Gambar 1. Perbandingan ukuran bulu sikat gigi & ceruk gigi geraham
Sumber : http://www.deepdentalcare.com


Orang tua pun kadang tidak menyadari kalau ada gigi tetap yg sudah tumbuh karena berpikir tidak ada gigi geraham susu yg tanggal.
Sering orang tua "kecolongan" tiba-tiba gigi geraham tetap pertama tersebut sudah terlanjur berlubang dan mengatakan "Gigi yg berlubang itu gigi susu kan dok? Soalnya gigi geraham susu nya seingat saya belum ada yg tanggal. Nanti gigi ini masih ganti kan dok?"
Gigi geraham tetap pertama ini memang tumbuh tidak menggantikan gigi susu manapun, sehingga ia tumbuh sendiri tanpa ada gigi geraham susu yg tanggal dulu sebelumnya.
Gigi susu total jumlahnya 20, sedangkan gigi tetap jumlahnya antara 28-32 , sehingga ada gigi tetap yg memang sebelumnya tidak terdapat gigi susu.
Perhatikan gambar berikut ini....

Gambar 2. Gigi anak pada peiode gigi bercampur.
Gigi susu : gigi nomor 1-5, Gigi geraham tetap pertama : nomor 6

Gigi geraham pertama tumbuh di belakang gigi geraham susu paling belakang, sekitar usia 6-8 tahun.  Gigi geraham, dengan permukaannya yg berceruk adalah gigi & bagian permukaan gigi yang paling sering terkena karies. Geraham pertama tetap ini semakin rentan terkena karies karena tumbuh pada saat gerakan motorik anak menyikat gigi masih kurang optimal. Kadang anak-anak menyikat gigi cepat-cepat, tidak mencapai bagian paling belakang gigi dsbnya. Sehingga seringkali kami menemukan gigi geraham tetap ini sudah terlanjut berlubang pada anak-anak.

Namun tidak perlu kuatir ayah & bunda.... sekarang teknologi pencegahan karies gigi sudah sangat berkembang, sehingga kita bisa mencegah gigi geraham pertama ini berlubang dengan perawatan Pit & fissure sealents.  
Nah.... Apa itu Pit & fissure sealants?
Pit & fissure sealants adalah perawatan penutupan (seal) ceruk di gigi geraham, sehingga gak ada lagi sisa makanan yg terjebak dalam ceruk gigi. Supaya lebih jelas yuk simak gambar berikut ini...

Gambar 3. Perbandingan gigi sebelum&sesudah aplikasi sealant
Sumber : http://www.dentalwiz.in


Lalu bagaimana sih aplikasi sealants ini dilakukan? Yuk, simak gambar & keterangan berikut ini....

Gambar 4. Tata Cara aplikasi pit&fissure sealants.
Sumber : http://www.childrenschoicedental.com
1. Gigi geraham sebelum dilakukan sealant

2. Permukaan ceruk gigi geraham dibersihkan, bisa dengan sikat gigi elektrik khusus, atau kadang drg juga perlu membersihkannya dengan bur kecil bila ceruk sudah terlihat kehitaman / ceruk yang dalam, supaya bahan sealant bisa lebih awet menempel pada gigi.

3. Permukaan yang sudah dibersihkan diaplikasikan  asam khusus untuk membersihkan sisa-sisa kotoran & membuka pori-pori gigi, supaya bahan sealant dapat menempel dengan baik.

4. Aplikasi bahan sealant

5. Bahan sealant disinar supaya mengeras

6. Pit & Fissure sealant selesai diaplikasikan.







Nah... sekarang sudah jelas kan perawatan pencegahan pit & fissure sealant ini?
Yuk hubungi dokter gigi / drg Spesialis Kedokteran Gigi Anak anda dan konsultasikan lebih lanjut apakah si kecil perlu dilakukan perawatan ini.