Sabtu, 14 Desember 2013

Tips merawat gigi anak berkebutuhan khusus atau special needs children

Hallo Ayah & Bunda....
          Ayah & Bunda memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) atau special needs children? Perawatan kesehatan (terutama kesehatan gigi) ABK memang membutuhkan pengetahuan & perhatian lebih karena mereka memiliki resiko cukup tinggi terhadap penyakit gigi dan mulut yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup mereka. Oleh sebab itu berikut ini akan kami bagikan tips merawat gigi anak berkubutuhan khusus. Yuk disimak.... :)
           Sebetulnya apakah yg disebut anak berkebutuhan khusus/ special needs? 
Menurut American Academy of Pediatric Dentistry anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak dengan kelainan fisik / motorik, mental, perilaku, sensorik, kognitif, emosional, maupun keterbatasan kesehatan secara umum. 
Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh congenital (bawaan), penyakit, trauma, faktor lingkungan dsb. 

Contoh Anak Berkebutuhan Khusus adalah : 

  • autisme
  • ADHD (attention deficit hiperactivity disorder)
  • sindroma Down
  • cerebral palsy
  • keterbatasan panca indra (tuna netra, tuna rungu dsbnya)
  • bibir sumbing
  • penyakit bawaan seperti : kelainan jantung, kelainan darah, leukemia, kanker, HIV dsbnya.
Courtesy of Elizabeth Pilcher. 
http://www.down-syndrome.org/reviews/84/
Masalah gigi & mulut yang sering dijumpai pada ABK sebenarnya tidak berbeda dengan anak-anak pada umumnya, yaitu : gigi berlubang dan radang gusi
Namun dengan keterbatasan fisik, mental, maupun motorik yang ada menyebabkan lebih beresiko terkena penyakit gigi & mulut. 
Selain masalah gigi & mulut yang umum, terdapat juga masalah spesifik yang berhubungan dengan kelainan/ gangguan fisiknya, misalnya: anak dengan kelainan darah biasanya memiliki gusi yang mudah berdarah, anak dengan cerebral palsy sering kali memiliki masalah gigi berjejal, anak dengan kelainan jantung kongenital memerlukan profilaksis antibiotik sebelum perawatan gigi tertentu. 


Penanganan penyakit gigi & mulut pada ABK pun ekstra, dan relatif lebih kompleks dibandingkan dengan anak-anak pada umumnya. Mengetahui resiko & pengaruhnya terhadap kesehatan ABK penting bagi orang tua untuk mencegahnya dengan melakukan perawatan gigi dan mulut yang rutin di rumah (dental home care) sejak dini. Berikut beberapa tips untuk orang tua dalam merawat gigi ABK :


  1. Cek ke dokter gigi anak sejak anak berusia 1 tahun, atau segera setelah anak didiagnosa oleh dokter memiliki kelainan tertentu.  Pemeriksaan & konsultasi dini ini sangat penting untuk tindakan pencegahan, supaya orang tua mendapatkan informasi yang cukup mengenai cara-cara merawat gigi ABK, apa yang boleh dan tidak, diet yang benar. Kadang kondisi spesial anak menyebabkan anak harus mengkonsumsi obat tertentu yang dapat merusak kesehatan gigi& mulutnya, misalnya : obat-obatan dalam bentuk syrup yang manis. Orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter gigi anak, bagaimana agar obat tetap dapat dikonsumsi dengan tidak membahayakan kondisi gigi & mulutnya



2. Perawatan gigi di Rumah sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi anak.  Sebaiknya orang tua / pengasuh membantu anak menyikat dengan posisi orang tua dibelakang anak (Lihat gambar).  Bila anak mampu untuk menyikat gigi sendiri sikat gigi elektrik dapat digunakan untuk memudahkan penyikatan gigi. Untuk anak yang sulit memegang sikat gigi, dapat melapisi dengan karet elastic pada pegangan sikat gigi 

Posisi orang tua/ pengasuh ketika menyikatkan gigi anak 

Tarik bibir atas anak saat menyikatkan gigi depan atas,
agar semua bagiannya tersikat.
Perhatikan terutama bagian gigi yg berbatasan dengan gusi,
bagian ini paling sering & banyak berkumpul plak
3. Gunakan benang gigi untuk membantu membersihkan sisa makanan yang terselip

4. Konsultasikan dengan dokter gigi anak perlukah anak menggunakan obat kumur tertentu untuk mencegah radang gusi.

5. Batasi konsumsi makanan yag manis, lunak dan lengket, atau setelah selesai mengkonsumsi makanan tersebut segera berkumur dengan air putih atau menyikat gigi. 

Selain tips-tips diatas, tips mencegah gigi berlubang lainnya sudah pernah kami posting  dapat dibaca di artikel Tips mencegah gigi balita berlubang

Nah, bila ayah & bunda ingin membawa si kecil dengan kebutuhan khusus ke dokter gigi, berikut ini tips-tipsnya :

1. Pilih dokter gigi. Pilihlah drg yang sudah terbiasa menangani ABK. Dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak (SpKGA) adalah dokter gigi yang selama pendidikan spesialisnya secara khusus mempelajari penanganan perawatan gigi ABK. Drg SpKGA dapat anda temukan baik di Rumah Sakit maupun Klinik Gigi. Untuk ayah & bunda yg berada di Jakarta, kini kami bekerja sama dengan Siloam Hospital Kebon Jeruk sudah memiliki tim dokter anak, dokter gigi anak & dokter anestesi lengkap untuk melakukan perawatan gigi anak special needs, lebih tepatnya di : 




Kidz Dental in Poli Anak
Siloam Hospital Kebon Jeruk

Jl. Raya Perjuangan Kav 8
Kebon Jeruk
Jakarta 11530

021- 5300 888






2. Persiapan kunjungan ke drg. Yuk persiapkan si kecil sejak jauh hari sebelum kunjungan ke dokter gigi. Ceritakan dan tunjukkan gambar atau foto-foto klinik yang hendak dikunjungi akan sangat membantu anak sehingga familiar dan tidak asing dengan kondisi ruangan drg yang hendak dikunjungi.

3. Di klinik Gigi anak. Buat perjanjian terlebih dahulu sesuai dengan jadwal harian anak. Orang tua sebanyak mungkin memberitahukan informasi mengenai kondisi anak kepada pihak klinik/ dokter gigi, seperti : kondisi anak, keluhan, dsbya. Pada ABK ringan dan kasus gigi mudah, drg akan melakukan perawatan dengan manajemen non farmakologi, yaitu pendekatan secara psikologis tanpa bantuan obat-obatan. Sedangkan untuk kasus perawatan gigi yang cukup kompleks akan digunakan pendekatan farmakologi seperti sedasi ataupun perawatan gigi di bawah anestesi umum. 


Nah... demikian tips-tips merawat gigi anak berkebutuhan khusus (ABK) atau special needs. Tips diatas hanyalah tips secara umum yang mungkin tidak selalu bisa diterapkan kepada semua anak, karena masing-masing anak memiliki keunikkan tersendiri. Jika ayah & bunda punya pengalaman atau tips seputar perawatan gigi anak dengan kebutuhan khusus yuk share bersama kami disini, silakan mengisi kolom komentar di bawah ini...

Artikel ditulis oleh : drg. Sella , SpKGA dan drg.Melissa Antonia, SpKGA

Jumat, 01 November 2013

Mencegah Gigi Tetap Anak Berlubang dengan Pit & Fissure Sealants


Hallo Ayah & Bunda.... 

Gigi anak atau gigi susu yg sudah terlanjur berlubang tentunya sering membuat orang tua kuatir & bertanya-tanya "Bagaimana mencegah agar gigi tetap nantinya tetap bagus & tidak berlubang seperti gigi susunya ya?"
Nah... menjawab pertanyaan ini, berikut kami bagikan informasi cara mencegah gigi tetap anak supaya kuat & tidak berlubang...

Gigi yg paling rentan & paling sering terkena karies/ gigi berlubang adalah gigi geraham.
Hal ini disebabkan karena secara anatomis gigi geraham memiliki ceruk yg dalam sehingga sisa makanan mudah terjebak di dalamnya & tidak terjangkau oleh bulu sikat gigi.
Gambar 1. Perbandingan ukuran bulu sikat gigi & ceruk gigi geraham
Sumber : http://www.deepdentalcare.com


Orang tua pun kadang tidak menyadari kalau ada gigi tetap yg sudah tumbuh karena berpikir tidak ada gigi geraham susu yg tanggal.
Sering orang tua "kecolongan" tiba-tiba gigi geraham tetap pertama tersebut sudah terlanjur berlubang dan mengatakan "Gigi yg berlubang itu gigi susu kan dok? Soalnya gigi geraham susu nya seingat saya belum ada yg tanggal. Nanti gigi ini masih ganti kan dok?"
Gigi geraham tetap pertama ini memang tumbuh tidak menggantikan gigi susu manapun, sehingga ia tumbuh sendiri tanpa ada gigi geraham susu yg tanggal dulu sebelumnya.
Gigi susu total jumlahnya 20, sedangkan gigi tetap jumlahnya antara 28-32 , sehingga ada gigi tetap yg memang sebelumnya tidak terdapat gigi susu.
Perhatikan gambar berikut ini....

Gambar 2. Gigi anak pada peiode gigi bercampur.
Gigi susu : gigi nomor 1-5, Gigi geraham tetap pertama : nomor 6

Gigi geraham pertama tumbuh di belakang gigi geraham susu paling belakang, sekitar usia 6-8 tahun.  Gigi geraham, dengan permukaannya yg berceruk adalah gigi & bagian permukaan gigi yang paling sering terkena karies. Geraham pertama tetap ini semakin rentan terkena karies karena tumbuh pada saat gerakan motorik anak menyikat gigi masih kurang optimal. Kadang anak-anak menyikat gigi cepat-cepat, tidak mencapai bagian paling belakang gigi dsbnya. Sehingga seringkali kami menemukan gigi geraham tetap ini sudah terlanjut berlubang pada anak-anak.

Namun tidak perlu kuatir ayah & bunda.... sekarang teknologi pencegahan karies gigi sudah sangat berkembang, sehingga kita bisa mencegah gigi geraham pertama ini berlubang dengan perawatan Pit & fissure sealents.  
Nah.... Apa itu Pit & fissure sealants?
Pit & fissure sealants adalah perawatan penutupan (seal) ceruk di gigi geraham, sehingga gak ada lagi sisa makanan yg terjebak dalam ceruk gigi. Supaya lebih jelas yuk simak gambar berikut ini...

Gambar 3. Perbandingan gigi sebelum&sesudah aplikasi sealant
Sumber : http://www.dentalwiz.in


Lalu bagaimana sih aplikasi sealants ini dilakukan? Yuk, simak gambar & keterangan berikut ini....

Gambar 4. Tata Cara aplikasi pit&fissure sealants.
Sumber : http://www.childrenschoicedental.com
1. Gigi geraham sebelum dilakukan sealant

2. Permukaan ceruk gigi geraham dibersihkan, bisa dengan sikat gigi elektrik khusus, atau kadang drg juga perlu membersihkannya dengan bur kecil bila ceruk sudah terlihat kehitaman / ceruk yang dalam, supaya bahan sealant bisa lebih awet menempel pada gigi.

3. Permukaan yang sudah dibersihkan diaplikasikan  asam khusus untuk membersihkan sisa-sisa kotoran & membuka pori-pori gigi, supaya bahan sealant dapat menempel dengan baik.

4. Aplikasi bahan sealant

5. Bahan sealant disinar supaya mengeras

6. Pit & Fissure sealant selesai diaplikasikan.







Nah... sekarang sudah jelas kan perawatan pencegahan pit & fissure sealant ini?
Yuk hubungi dokter gigi / drg Spesialis Kedokteran Gigi Anak anda dan konsultasikan lebih lanjut apakah si kecil perlu dilakukan perawatan ini.

Senin, 16 September 2013

Kidz Photo Contest

Halo moms&dads...

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Gigi Nasional 12 September 2013 , yuk ikutan :  


Kidz Photo Contest 

 tema : "I Love Brushing my Teeth" 

& menangkan :

Voucher GRATIS pemeriksaan gigi anak/dewasa dan 
DISKON 10% untuk perawatan gigi anak/dewasa 
di Kidz Dental Care & Orthodontic Clinic selama 3 bulan! 

2. Kirim 1 (SATU) foto si kecil (usia 0-10 thn) ke email kami : kidzdental.clinic@gmail.com , paling lambat sampai 30 September 2013 Pk 00.00. 
Syarat Foto : 
- Foto anak sedang menyikat gigi/ bergaya dgn sikat gigi
- Foto harus jelas, tidak blur, tidak gelap dan tidak goyang.
- Beberapa foto juga boleh dijadikan dalam satu foto (photo collage)
- Tulis keterangan foto : Nama Anak, Usia, Nama Ortu/pengirim, Account Facebook, judul/ cerita sedikit ttg foto, kebiasaan menyikat gigi dsbnya.

3. Semua foto-foto yg masuk akan kami posting mulai 1-6 Oktober 2013 untuk di-Like oleh Facebookers.  Pada akhir periode tsb 5 foto yg paling banyak mendapat Like, menjadi pemenangnya. Setiap peserta boleh mempromosikan fotonya supaya memperoleh banyak Like.

4. Dari semua Facebookers yg sudah Like akan diundi dan 10 facebookers yg beruntung juga akan mendapatkan voucher diskon :)


Pemenangnya ? 5 (lima) peserta yg mendapatkan Like terbanyak

Hadiahnya ?
  • 1(SATU) Pemenang pertama yg mendapatkan LIKE terbanyak : 2(DUA) Voucher GRATIS pemeriksaan gigi anak/dewasa, dan DISKON 10% perawatan gigi anak/dewasa selama 3 bulan di Kidz Dental Care & Orthodontic Clinic, Puri Indah. 
  • 4(EMPAT) Pemenang Like terbanyak lainnya masing-masing mendapat : 2(DUA) Voucher DISKON 10% perawatan gigi anak/dewasa selama 3 bulan di KDCOC, Puri Indah
  • Facebookers yg sudah like akan diundi dan 10 (SEPULUH) yg beruntung masing-masing juga akan mendapatkan 1 (SATU) voucher diskon 10% untuk perawatan gigi anak/dewasa selama 3 bulan di KDCOC, Puri Indah. 

Syarat & Ketentuan Voucher : 
1. Voucher diskon 10% berlaku dari Senin-Sabtu untuk perawatan gigi anak&dewasa di Kidz Dental Care & Orthodontic Clinic. Voucher TIDAK berlaku untuk pemasangan kawat gigi dan pembuatan gigi palsu.
2. Voucher DAPAT dipindah tangankan/ diberikan kepada pihak lain

3. Satu Voucher hanya berlaku untuk satu orang.
4. Voucher berlaku sampai 15 Januari 2014.
5. Voucher TIDAK dapat digabungkan dengan diskon dari sekolah partner KDCOC
6. Setiap orang hanya dapat menggunakan 1 (satu) voucher. 
7. Pasien WAJIB membuat janji terlebih dahulu melalui telepon : 021-58351000 atau 5812725 sebelum datang ke klinik, paling lambat 3 hari sebelum rencana kedatangan. 
8. Voucher akan dikirim melalui email, dalam bentuk file PDF.

Ayooo tunggu apalagi ma... buruan kirim foto si kecil yg lucu ketika sikat gigi!

Selasa, 20 Agustus 2013

Membujuk Anak ke Dokter Gigi


Halo ayah dan bunda... 

Yeaayyy.... Senang sekali untuk kesekian kalinya kru Buah Hati, Trans TV datang lagi awal bulan Juli 2013 kemarin ke Kidz Dental and Orthodontic Clinic, Puri Indah :D 

Episode kali ini temanya membahas bagaimana "Membujuk Anak ke Dokter Gigi" bersama drg. Maureen Martina, SpKGA. , dan akan tayang di Trans TV :
Minggu, 3 November 2013 jam 9.30. Jangan sampai ketinggalan yaaaa.....

Seperti apa yah suasana shootingnya? Yuk kita lihat foto-foto berikut ini : 


Raffa dan sang mama, Kemuning sedang berkunjung 
ke drg. Maureen, SpKGA. Awalnya Raffa takut, tapi....


Setelah diberi pengertian dan dibujuk oleh drg. Maureen
Raffa berani lho diperiksa giginya. Horeee.... 



Terakhir pastinya foto-foto bersama kru Buah Hati :D 


Demikian sekilas foto-foto saat shooting kemarin... Tanggal pasti penayangannya akan kami infokan lagi dan jangan lupa nonton yaaa.... 
Untuk tips membawa anak ke dokter gigi sila klik  : Artikel Membawa Anak ke Dokter Gigi

Selasa, 14 Mei 2013

Apakah ASI menyebabkan gigi anak berlubang?

Halo Bunda,

courtesy of
www.gettyimages.com
Nah, akhir-akhir ini banyak Bunda yang bertanya bagaimana dengan ASI? Apakah minum ASI di malam hari juga menyebabkan karies? Padahal banyak ibu bekerja yang baru sempat menyusui si kecil di malam hari. 

Pada awal tahun 90an memang sempat ada penelitian yg menyatakan bahwa pemberian ASI di malam hari menyebabkan karies gigi. Namun pernyataan tersebut akhirnya dibantah melalui penelitian-penelitain selanjutnya yang menyatakan TIDAK ada kaitan antara pemberian ASI dan karies gigi.  
Tapi mengapa banyak anak-anak yg minum ASI dan tidak minum susu botol tetap mengalami gigi berlubang?
Yuk, kita bahas fakta-fakta berikut ini...

1. Bukti Arkeologi
Menurut studi arkeologi yang meneliti sisa tulang dan gigi anak balita yg hidup 5000 tahun lalu, ternyata tidak ditemukan adanya karies gigi. Padahal tentunya anak-anak tersebut minum ASI sebagai satu-satunya nutrisi pada masa itu, dan kemungkinan besar juga minum ASI saat malam hari. 

2. Kandungan ASI
ASI memang mengandung laktosa (gula susu), namun juga mengandung Laktoferin, sejenis protein yang bersifat membunuh bakteri, termasuk bakteri penyebab karies gigi, yaitu Streptococcus mutans. (S mutans bekerja mengubah gula dalam mulut menjadi asam. Asam inilah yang melarutkan mineral gigi dan menyebabkan gigi berlubang.)
Beberapa ahli bahkan menyatakan bahwa ASI bersifat memproteksi email gigi karena membunuh bakteri, sehingga proses perubahan laktosa menjadi asam terhenti. 
Namun bila ASI dicampur dengan gula atau makanan lain yg mengandung gula (misalnya biskuit dll) efeknya akan lebih buruk daripada larutan gula itu sendiri. Oleh sebab itu jangan lupa membersihkan gigi si kecil ya Bunda setelah pemberian ASI yang dicampur dengan makanan mengandung gula. 

3. Menyusui langsung vs Botol
Proses menyusui langsung melalui payudara ibu berbeda dengan menyusui melalui botol. Pada posisi menyusui yang benar seluruh areola ibu masuk ke dalam mulut bayi, sehingga ASI langsung masuk ke dalam kerongkongan anak, dan tidak melewati gigi. Sedangkan pada menyusui dengan botol susu menetes dan melewati gigi, baru masuk kerongkongan.


Perbedaan posisi keluarnya susu pada menyusui langsung (kiri) 
dan melalui botol (kanan)
Courtesy of www.brianpalmerdds.com 

Courtesy of www.nativemothering.com

Selain itu ASI baru keluar dari payudara ibu jika ada gerakan aktif menghisap, dan langsung ditelan oleh bayi. 
Hal ini berbeda pada botol susu, susu akan tetap menetes meskipun bayi tidak menghisap / sudah tertidur. 





Nah, berdasarkan fakta-fakta diatas sudah jelas kan Bunda, kalau ASI TIDAK menyebabkan gigi berlubang (karies gigi). 
Namun bukan berarti anak-anak yg minum ASI lantas bebas sepenuhnya dari karies gigi lho... kenapa? Ini sebabnya : 

1. Anak sudah mengkonsumsi MPASI mulai 6 bulan
Ya, karena itu ASI tidak bisa menjadi satu-satunya "tertuduh" penyebab gigi berlubang.
MPASI seperti biskuit , jus buah, madu, makanan/minuman yg lunak, manis dan lengket dapat menyebabkan gigi berlubang. 
Bila ingin memberikan makan tersebut batasi frekuensi pemberiannya. Pemberian sekali sehari dalam jumlah banyak lebih baik untuk kesehatan gigi daripada sedikit-sedikit tapi sering. 
2. Transmisi bakteri dari orangtua / pengasuh 
Sering berbagi alat makan atau mencium mulut si kecil? Sebaiknya hal tersebut tidak lagi dilakukan ya Bunda... apalagi kalau orangtua / pengasuh memiliki gigi berlubang, sisa akar gigi yang belum dirawat atau ditambal. 
Pada mulut yg terdapat gigi berlubang yg tidak dirawat/ ditambal terdapat lebih banyak bakteri-bakteri jahat, dan kontak air liur dapat menyebabkan transmisi bakteri ke mulut bayi. 
Mau cium si kecil? Eitss... cek gigi dulu ! :p
3. Adanya kelainan struktur gigi pada anak 
Gigi susu anak sudah mulai dibentuk saat dalam kandungan ibu. Proses mineralisasi gigi anak bahkan sudah dimulai sejak 4 bulan usia kandungan. Pada masa-masa ini asupan dan kesehatan ibu sangat berpengaruh terhadap kualitas gigi anak. 
Gangguan kesehatan ibu dan kurangnya asupan mineral yg cukup dapat menyebabkan kualitas email gigi yang terbentuk menjadi lunak , sehingga rentan terkena karies gigi. 

Selain itu terdapat juga kelainan genetik yg menyebabkan pembentukan struktur gigi anak tidak sempurna sehingga rapuh dan rentan karies. 
Bila anak memiliki struktur gigi karena hal-hal diatas maka tentunya efek protektif ASI sekalipun tidak dapat menghindarkannya dari karies gigi. 
Lebih lengkap mengenai kelainan struktur gigi ini akan kita bahas di artikel yg lain ya...
Salah satu contoh gambaran kelainan struktur gigi
yang membuat gigi anak rapuh
Courtesy of Kahn, Michael A. in www.core.org.cn

4. Pembersihan gigi yang kurang optimal
Seringkali ibu-ibu yang memberikan anaknya ASI merasa "aman" dan tidak terlalu memperhatikan pembersihan gigi dan mulut sang anak. Hal tersebut kurang tepat karena si anak juga makan makanan lain selain ASI yang mungkin mengandung gula dan sisa-sisanya menempel pada gigi anak. Seperti yg sudah dibahas sebelumnya, ASI dan makanan mengandung gula adalah kombinasi yg buruk untuk kesehatan gigi. 
Oleh sebab itu penting sekali untuk tetap membersihkan gigi dan mulut anak minimal 2 kali sehari 

Nah, sekarang sudah jelas kan hubungan ASI dan karies gigi? Bila Moms masih memiliki pertanyaan silakan menulisnya pada kolom komentar di bawah ini ya Moms...

Artikel ini ditulis berdasarkan studi berbagai sumber ilmiah. Jika Moms tertarik untuk membaca langsung sumber tersebut, hubungi kami dan dengan senang hati kami akan membagikannya :) 

Copying and sharing this article is allowed if you mention our Blog as the source :)

Mengkopi artikel ini diijinkan selama menyebutkan sumber Blog kami :)